Rindu, pagi ini kau mengunjungiku, seperti biasa kau
akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Padahal aku sudah berkali-kali
mengingatkanmu, jika ingin bertamu beri tau aku terlebih dahulu. Agar aku dapat
bersiap-siap untuk menemuimu.
Tapi tak apa, mari masuk, silahkan duduk. Maaf sedikit berantakan, aku sedang membersihkan kenangan. Maaf sedikit berserakan, aku sedang memilah-milah memori yang telah usang.
Tapi tak apa, mari masuk, silahkan duduk. Maaf sedikit berantakan, aku sedang membersihkan kenangan. Maaf sedikit berserakan, aku sedang memilah-milah memori yang telah usang.
Rindu, pagi ini kau datang tanpa pemberitahuan.
Dengan membawa banyak oleh-oleh untukku berupa ingatan. Meski aku sudah belajar
untuk melupakan, tapi aku tetap menghargaimu sebagai teman.
Aku tak pernah mengira kau akan datang kembali,
karena sudah lama kau tak kesini. Mungkin ada beberapa hal yang ingin kau bagi,
atau mungkin hanya sekedar ingin bertemu denganku lagi.
Rindu, kau datang begitu pagi. Tapi aku akan tetap
menerimamu dengan senang hati. Kita sudah tak berbincang lama sekali, kemana
pergimu selama ini?
Ada beberapa hal yang kau lewatkan, mari, biar
kuceritakan.
Sebelumnya, maafkan aku pernah tak menginginkan kau
datang. Bahkan, aku pernah mengusirmu secara paksa dari ingatan. Sungguh, aku
minta maaf.
Saat itu, aku benar-benar ingin melupa pada apa-apa
perihal tentangnya. Aku hampir berhasil, lalu kau tiba-tiba hadir. Aku jadi
sedikit kesal padamu, kau selalu datang tanpa aba-aba, tanpa izin. Jadi aku
mengusirmu, maaf ya.
Mungkin karena hal itu kau tak pernah bertandang
lagi, tak pernah berkunjung kembali. Atau kau mungkin paham maksudku, jadi kau
memberiku waktu. Terima kasih.
Rindu, sekarang aku benar-benar sudah merelakan,
meski tak sepenuhnya bisa melupakan. Itu hari-hari yang berat, tak mudah untuk
melaluinya. Itu hari-hari yang sulit, tak mudah untuk melewatinya. Tapi karena
kau memberiku ruang untuk sendiri, aku jadi bisa menerima dan berlapang dada membiarkannya
pergi. Terima kasih.
Jadi sekarang, coba katakan. Untuk apa kau datang?
Jika sekedar menyapa, tak apa. Tapi maaf, Rindu. Jika kau datang lagi hanya
untuk menyesakkan dadaku, mungkin kau salah bertamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar