Sabtu, 11 Februari 2017

Rindu, Kau Salah Bertamu

Rindu, pagi ini kau mengunjungiku, seperti biasa kau akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Padahal aku sudah berkali-kali mengingatkanmu, jika ingin bertamu beri tau aku terlebih dahulu. Agar aku dapat bersiap-siap untuk menemuimu.

Tapi tak apa, mari masuk, silahkan duduk. Maaf sedikit berantakan, aku sedang membersihkan kenangan. Maaf sedikit berserakan, aku sedang memilah-milah memori yang telah usang.

Rindu, pagi ini kau datang tanpa pemberitahuan. Dengan membawa banyak oleh-oleh untukku berupa ingatan. Meski aku sudah belajar untuk melupakan, tapi aku tetap menghargaimu sebagai teman.

Aku tak pernah mengira kau akan datang kembali, karena sudah lama kau tak kesini. Mungkin ada beberapa hal yang ingin kau bagi, atau mungkin hanya sekedar ingin bertemu denganku lagi.

Rindu, kau datang begitu pagi. Tapi aku akan tetap menerimamu dengan senang hati. Kita sudah tak berbincang lama sekali, kemana pergimu selama ini?

Ada beberapa hal yang kau lewatkan, mari, biar kuceritakan.

Sebelumnya, maafkan aku pernah tak menginginkan kau datang. Bahkan, aku pernah mengusirmu secara paksa dari ingatan. Sungguh, aku minta maaf.

Saat itu, aku benar-benar ingin melupa pada apa-apa perihal tentangnya. Aku hampir berhasil, lalu kau tiba-tiba hadir. Aku jadi sedikit kesal padamu, kau selalu datang tanpa aba-aba, tanpa izin. Jadi aku mengusirmu, maaf ya.

Mungkin karena hal itu kau tak pernah bertandang lagi, tak pernah berkunjung kembali. Atau kau mungkin paham maksudku, jadi kau memberiku waktu. Terima kasih.

Rindu, sekarang aku benar-benar sudah merelakan, meski tak sepenuhnya bisa melupakan. Itu hari-hari yang berat, tak mudah untuk melaluinya. Itu hari-hari yang sulit, tak mudah untuk melewatinya. Tapi karena kau memberiku ruang untuk sendiri, aku jadi bisa menerima dan berlapang dada membiarkannya pergi. Terima kasih.

Jadi sekarang, coba katakan. Untuk apa kau datang? Jika sekedar menyapa, tak apa. Tapi maaf, Rindu. Jika kau datang lagi hanya untuk menyesakkan dadaku, mungkin kau salah bertamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar